Pengaruh Literasi Keuangan, Financial Technology Terhadap Kinerja UMKM di Mediasi Oleh Inklusi Keuangan di Kabupaten Probolinggo
Pengaruh Literasi Keuangan, Financial
Technology Terhadap Kinerja UMKM di Mediasi Oleh Inklusi Keuangan di Kabupaten
Probolinggo
Fatimatus Zahro
Joni Hendra
Umi Rahma Dhany
Universitas Panca Marga
ABSTRAK
Usaha
Mikro, Kecil, serta Menengah (UMKM) mempunyai kontribusi signifikan kepada perekonomian
Indonesia, baik dari sisi terciptanya lapangan kerja hingga peningkatan Produk Domestik
Bruto (PDB). Meskipun demikian, sektor ini masih menghadapi berbagai hambatan
struktural. Salah satu kendala utama adalah
rendahnya literasi keuangan pelaku UMKM, sehingga berimplikasi pada
keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya finansial. Penelitian ini mempunyai tujuan
untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan serta financial technology kepada
kinerja UMKM dengan inklusi keuangan sebagai variabel mediasi. Objek penelitian
difokuskan pada UMKM sektor makanan serta minuman di Kabupaten Probolinggo yang
mempunyai pertumbuhan positif namun masih terbatas dalam inovasi serta akses
keuangan digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 65 pelaku UMKM yang
ditentukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria peruntukan layanan
FinTech serta lama usaha minimal satu tahun. Artikel ini menggunakan pendekatan
Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SmartPLS 4.0 dalam proses analisis
data. Hasil penelitian menunjukkan literasi keuangan serta pemanfaatan teknologi
finansial terbukti mampu memberikan dorongan positif yang signifikan kepada peningkatan
kinerja UMKM. Namun, berbeda halnya dengan inklusi keuangan yang tidak memperlihatkan
pengaruh nyata, baik kepada kinerja UMKM maupun sebagai perantara hubungan
antarvariabel. Maka bisa disimpulkan strategi peningkatan kapasitas literasi keuangan
serta optimalisasi FinTech secara langsung lebih relevan untuk mendorong
kinerja UMKM. Sementara itu, efektivitas inklusi keuangan masih belum terwujud sepenuhnya
serta membutuhkan dukungan regulasi serta peran aktif lembaga keuangan agar bisa
berfungsi optimal dalam ekosistem UMKM.
Komentar
Posting Komentar